Title bar hilang gara-gara $compiz –replace

Kemarin pagi ketika hendak mengajar ternyata kelas masih kosong, wah mahasiswaku belum ada yang datang ! Akhirnya sambil nunggu mereka datang satu-persatu, jadi iseng deh ngoprek-oprek desktop. Tiba-tiba rindu akan compiz yang ciamik, karena sudah lama hanya ditemani Ubuntustudio 14.04 yang menggunakan XFCE 4.x standard saja, walau sangat ringan.
Tanpa pikir panjang mulailah install compiz :

Setelah selesai, lalu switch ke Gnome Display Manager  (gdm), serta  mengaktifkan Compiz nya dari console dengan perintah :

Nah … disini mulai terjadi keanehan:

  • windows aplikasi nya mepet/menempel ke pojok kiri atas layar dan
  • title windowsnya hilang beserta buton-2 yang ada,
  • fungsi Alt-Tab untuk berpindah-pindah aplikasi yang aktif ternyata macet juga.

Dicoba logout dan login tidak berpengaruh, malah sekarang tidak bisa export display ke LCD projector kelas. Gawat ! Mahasiswa sudah mulai berdatangan …

Dicoba pindahkan, balik lagi ke lightdm :

Display manager pindah, tapi hal-hal di atas tidak terpengaruh. 🙁

Setelah googling sedikit jauh, ah TERNYATA … masalahnya ada di cache XFCE4 yang nyangkut, akhirnya :

Akhirnya desktop ku kembali normal, Alhamdulillah, kelas pun dimulai 🙂

Ref:

  • http://www.webupd8.org/2014/11/how-to-use-compiz-in-ubuntu-mate-1404.html
  • http://www.webupd8.org/2011/07/how-to-switch-between-gdm-lightdm-or.html
  • https://forum.xfce.org/viewtopic.php?id=5290

 

Upgrade LibreOffice 4.x ke LibreOffice 5.x

Setelah kira-kira 4 bulan berselang dari 17 Desember 2015 yang lalu LibreOffice merilis versi 5.0.4 nya, tanggal 7 April 2016 yang lalu di Berlin, kembali The Document Foundation (TDF) merilis LibreOffice versi berikutnya, yaitu versi 5.1.2.

libreeoffice5 about-libreoffice5

Sebagai pengguna Ubuntu 14.04 LTS, default LibreOffice yang tersedia adalah masih di versi 4.4.5. Melihat fitur-fitur baru dan ‘katanya’ speed nya lebih baik dari versi 4.x, akhirnya hari ini memberanikan diri untuk menggunakan versi 5.x.

Cara upgrade nya tidak lah terlalu sulit, hanya 4 (empat) langkah : remove yang lama, pasang PPA, update repo, install yang baru, selesai 🙂
Detailnya sebagai berikut :

Saya menggunakan ubuntu studio 14.04, menu libreoffice langsung terupdate, dan ketika start membutuhkan waktu kurang lebih 10 detik saja, lumayan euy !

 

Some Linux Network Practices

#1 How do I find out which gateway a Linux system is currently using?

#2 How to check ip forwarding status in centos

#3 How to get information about graphics card (GPU) on Linux


 

#1 How do I find out which gateway a Linux system is currently using?

#2 How to check  ip forwarding status in centos?

#3 How to get information about graphics card (GPU) on Linux

The first line has the name of the vendor, the model name/series and the pci id. The first part (8086) indicates the vendor id (which is Intel here) and the second number (0046) indicates the pci id, which indicates the model of the graphics unit.

The lshw command can also be used to get the above information

 

Upgrade PHP 5.5.x to PHP 5.6 on Ubuntu 14.04

Kebutuhan ini muncul ketika bermaksud menggunakan PHPUnit 5.6 yang mensyaratkan PHP 5.6 padahal saat ini masih menggunakan PHP 5.5.9. Tetap diperhatikan jika Anda memiliki modul-modul tambahan lainnya bisa terjadi akan hilang begitu Anda upgrade biasanya karena link/file-file modul *.so nya tidak ada.

Pada saat proses di atas saya lakukan, eeh phalcon.so tidak berada lagi pada tempatnya sebagaimana ketika menggunakan PHP 5.5.9. So be carefull ya teman2.

 

Salam,

 

 

Ubuntu Unity ke Xubuntu

Ternyata diberi fasilitas yang sophisticated seperti Unity Desktop ada juga masa-masa bosan nya. Kebutuhan ruang memory juga menjadi alasan berfikir untuk menggunakan desktop yang lebih ringan. Setelah mencoba dan sedikit bernostalgia dengan beberapa desktop dan window manager seperti blackbox, fluxbox, openbox, enlightment, icewm, dll; akhirnya pilihan jatuh ke xfce 🙂
Tetapi kemanjaan-kemanjaan yang diberikan Unity dan Gnome masih agak sulit dilepaskan he3x, akhirnya terpikir langkah praktis untuk switch saja dari Ubuntu ke Xubuntu. Ow ternyata caranya sama sekali tidak sulit :

#sudo apt-get install xubuntu-desktop gksu leafpad synaptic

Done !

Sementara Unity nya tetap akan di keep dulu, karena itu tinggal logout -> pilih Xubuntu -> login, kemudian Zappp !! Terasa betul ringannya, dual screen juga langsung terdeteksi, berkenalan dengan gmusicbrowser,

thunar file manager yang minimalis tapi powerfull,

Xfce4 Screenshooter

Bekerja dengan Netbeans juga tidak ada kendala

Walaupun sekarang sudah menggunakan Xubuntu dengan XFCE nya, tapi Unitiy masih tetap tersedia

Jika akan menghilangkan jejak Unity, maka dapat menggunakan perintah berikut ini :

sudo apt-get remove nautilus gnome-power-manager gnome-screensaver gnome-termina* gnome-pane* gnome-applet* gnome-bluetooth gnome-desktop* gnome-sessio* gnome-user* gnome-shell-common compiz compiz* unity unity* hud zeitgeist zeitgeist* python-zeitgeist libzeitgeist* activity-log-manager-common gnome-control-center gnome-screenshot overlay-scrollba* && sudo apt-get install xubuntu-community-wallpapers && sudo apt-get autoremove

Salam,

Mouse di Ubuntu 14.04 tidak terkendali ?

Saya beberapa kali mengalami kejadian berupa kursor mouse yang tiba-tiba berpindah ke sisi lain dari screen tanpa kita gerakkan, bahkan melakukan klik di tempat yang tidak diduga. Hal ini sangat mengganggu. Ternyata hal ini kemungkinan  disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada TrackPad atau Touchpad laptop. Bisa jadi karena kotor atau penyebab lainnya. Cara yang paling praktis adalah dengan mematikan fungsi track/touch pad tersebut lalu menggunakan mouse untuk sementara waktu atau permanen. Jika Keyboard Anda tidak memiliki fungsi (fn) untuk mematikan/menghidupkan touch pad, maka cara dibawah ini masih bisa Anda lakukan melalui terminal.

Untuk mematikan track/touch pad tersebut Anda perlu terlebih dahulu mencari ‘id’ dari device tersebut, caranya :

xinput list

Contoh hasilnya adalah sebagai berikut :

xlist_input

Disitu terlihat bahwa TouchPad pada laptop saya ( SynPS/2 Synaptics TouchPad )  memiliki ‘id’ = 21. Untuk menonaktifkan touchpad tersebut lakukanlah perintah seperti berikut ini :

xinput –disable 21

Untuk mengaktifkan kembali caranya :

xinput –enable 21

Demikianlah, semoga bermanfaat 🙂 Salam opensource !

 

Beberapa perintah untuk mendapatkan informasi hardware di linux

 

1. lscpu
lspcu akan memberikan laporan tentang cpu dan unit prosesingnya secara sederhana.

lscpu_screen

2. lshw

Perintah ini akan memberikan informasi lebih terinci tentang berbagai hardaware yang ada seperti cpu, memory, disk, usb controllers, network adapters, dsb. lshw ini mengambil informasi dari berbagai berkas/file di direktori /proc

lshw_screen

3. hwinfo

Perintah hwinfo ini belih rinci di bandingkan dengan lshw.

 

  • References :
    http://www.binarytides.com/linux-commands-hardware-info/

Configuring DNS in an openVPN based routing VPN setup

Hi all

I have an openVPN server which is configured for routing based VPN. Multiple clients connect to this VPN server.

The network address range for the VPN is 10.111.10.0/24
The server’s VPN IP address is 10.111.10.1
The server is also connected directly on the internet with a static IP address on eth0 – some p.q.r.s

Right now I end up addressing all the clients and the server using IP addresses. But I intend to set up different services on the server like a mailhost, git, apache, etc. and I plan to use different hostnames for all of these services but all running on the same server. I’m planning to use a private domain example.site for all the hosts in the VPN.

Could someone guide me through the setup for this ?

I’ve already installed the bind package and went through pages about BIND and named.conf, the zones and such. But it is still kind of confusing how do I put all these together.
Also, what DNS options should I be pushing to the openVPN clients so that their resolv.conf can use the DNS server on the VPN for querying only the hostnames for the example.site domain. All other queries should go through the client’s default nameserver already in the resolv.conf.

Thanks.

UPDATE:

I was able to set up the name server for my VPN and it seems to be working. I’m also able to push the DOMAIN and DNS server options from my openvpn server.conf. And all the clients are able to resolve the hostname using either just hostnames or hostname.example.site. Now I’d like to enable dynamic DNS updates for enabling the clients to register themselves with the name server server on the VPN so that multiple clients can also address each other using hostnames. Could some one help me with that ?

These are my config files.

/etc/named.conf

Code:

/var/lib/named/master/example.site

Code:

/var/lib/named/master/10.111.10.in-addr.arpa

Code:

Set static client’s VPN IP

Kali ini kita akan memberikan static VPN IP untuk setiap client openVPN :

buatlah sebuah direktori ccd di bawah /etc/openvpn/:

Tambahkan satu baris di  OpenVPN server.conf  yang berada di bawah  /etc/openvpn/,:

simpan.

Sekarang di dalam /etc/openvpn/ccd kita buat sebuah file untuk setiap user agar memiliki ip address yang tetap. Anda harus memberi nama file persama dengan username dari VPN, jika Anda menambahkan user melalui perintah useradd di mesin lokal, atau menggunakan user yang dibuat dalam FreeRADIUS, maka nama file tersebut harus sama dengan nama username.

Contoh : saya memiliki username : smk1jkt dan dalam file OpenVPN server.conf kita gunakan subnet 10.8.0.0/24, jika kita ingin memberikan smk1jkt IP 10.8.0.100 kita lakukan di bawah ini :

Dan kemudian tambahkan satu baris ke dalam file yang bernama smk1jkt :

Restart OpenVPN:

User smk1jkt akan mendapat  IP 10.8.0.100 =)

1 2 3 8