Memasang Web Server (LAMP) di Ubuntu 16.04

Pengantar

Sebelumnya diasumsikan bahwa kita sudah memiliki Ubuntu 16.04 Server 64bit. Jika Anda belum mengetahui cara instalasi Ubuntu 16.04 dapat dilihat disini. Karena ini untuk server, maka IP Address nya harus di set static. Secara default Ubuntu 16.04 Server tidak dipasangi Graphical User Interface, jadi semua dikendalikan dengan console, text based command.

Rencana yang akan dipasang adalah :

  1. Apache2
  2. MySQL 5
  3. PHP 7

Langkah 1 | Pasang Apache2 Web Server:

– Login lah sebagai user ubuntu yang pertama kali dibuat, user pertama ini memiliki kekhususan karena secara default sudah sebagai sudo user, atau user yang dapat berperan sebagai root. Saat ini prompt dari console Anda masih berupa “$” yang menandakan sebagai role user ‘bukan root’.

Selanjutnya masuklah sebagai root :

Salah satu tanda bahwa kita sedang dalam mode root adalah adanya prompt “#”.

Lakukan Update, agar seluruh komponen OS berada pada status update terkini.

DIlanjutkan dengan memasang/install Apache 2:

Jika berjalan baik tanpa error, selanjutnya kita periksa apakah sudah berfungsi dengan browse dengan browser ke alamat IP server tersebut.

http://<IP address>

Dan akan tampak kira-kira seperti gambar di bawah ini:

Langkah 2 | Pasang MySQL Server:

Ada beberapa pilihan database yang dapat kita lakukan antara lain : MySQL, MariaDB, PostgreSQL, dan sebagainya. Kali ini kita pilih MySQL

Dalam proses pemasangan ini Anda akan diminta memasukkan pilihan password untuk user database ‘root’:

Sekali lagi:

Keberadaan MySQL dapat diperiksa dengan:

Hasilnya kira-kira akan seperti ini :

Periksa versi MySQL Anda :

Jika Anda ternyata bermaksud memasang MariaDB, maka MySQL perlu dilepas terlebih dahulu atau dipasang pada port yang berbeda, hal itu tidak dibahas di artikel ini, insyaALLAH akan saya bahas di artikel mendatang. Demikian pula untuk meningkatkan keamanan dari MySQL atau MariaDB akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Langkah 3 | Pasang PHP 7:

Berikutnya kitapasang PHP 7

Selanjutnya kita periksa versi php yang telah terpasang dengan :

Kira-kira akan kita dapatkan hasil sebagai berikut :

Terkahir kita perisksa dengan fungsi phpinfo(), mari kita buat sebuah file info.php

Lalu diisi dengan code sebagai berikut :

Setelah disimpan, coba cek IP Anda :

Check IP :

lalu buka browser dengan IP tersebut: http://<IP address>/info.php, contoh :

 

 

 

Title bar hilang gara-gara $compiz –replace

Kemarin pagi ketika hendak mengajar ternyata kelas masih kosong, wah mahasiswaku belum ada yang datang ! Akhirnya sambil nunggu mereka datang satu-persatu, jadi iseng deh ngoprek-oprek desktop. Tiba-tiba rindu akan compiz yang ciamik, karena sudah lama hanya ditemani Ubuntustudio 14.04 yang menggunakan XFCE 4.x standard saja, walau sangat ringan.
Tanpa pikir panjang mulailah install compiz :

Setelah selesai, lalu switch ke Gnome Display Manager  (gdm), serta  mengaktifkan Compiz nya dari console dengan perintah :

Nah … disini mulai terjadi keanehan:

  • windows aplikasi nya mepet/menempel ke pojok kiri atas layar dan
  • title windowsnya hilang beserta buton-2 yang ada,
  • fungsi Alt-Tab untuk berpindah-pindah aplikasi yang aktif ternyata macet juga.

Dicoba logout dan login tidak berpengaruh, malah sekarang tidak bisa export display ke LCD projector kelas. Gawat ! Mahasiswa sudah mulai berdatangan …

Dicoba pindahkan, balik lagi ke lightdm :

Display manager pindah, tapi hal-hal di atas tidak terpengaruh. 🙁

Setelah googling sedikit jauh, ah TERNYATA … masalahnya ada di cache XFCE4 yang nyangkut, akhirnya :

Akhirnya desktop ku kembali normal, Alhamdulillah, kelas pun dimulai 🙂

Ref:

  • http://www.webupd8.org/2014/11/how-to-use-compiz-in-ubuntu-mate-1404.html
  • http://www.webupd8.org/2011/07/how-to-switch-between-gdm-lightdm-or.html
  • https://forum.xfce.org/viewtopic.php?id=5290

 

Upgrade LibreOffice 4.x ke LibreOffice 5.x

Setelah kira-kira 4 bulan berselang dari 17 Desember 2015 yang lalu LibreOffice merilis versi 5.0.4 nya, tanggal 7 April 2016 yang lalu di Berlin, kembali The Document Foundation (TDF) merilis LibreOffice versi berikutnya, yaitu versi 5.1.2.

libreeoffice5 about-libreoffice5

Sebagai pengguna Ubuntu 14.04 LTS, default LibreOffice yang tersedia adalah masih di versi 4.4.5. Melihat fitur-fitur baru dan ‘katanya’ speed nya lebih baik dari versi 4.x, akhirnya hari ini memberanikan diri untuk menggunakan versi 5.x.

Cara upgrade nya tidak lah terlalu sulit, hanya 4 (empat) langkah : remove yang lama, pasang PPA, update repo, install yang baru, selesai 🙂
Detailnya sebagai berikut :

Saya menggunakan ubuntu studio 14.04, menu libreoffice langsung terupdate, dan ketika start membutuhkan waktu kurang lebih 10 detik saja, lumayan euy !

 

Some Linux Network Practices

#1 How do I find out which gateway a Linux system is currently using?

#2 How to check ip forwarding status in centos

#3 How to get information about graphics card (GPU) on Linux

#4 How to display your IP ‘only’


 

#1 How do I find out which gateway a Linux system is currently using?

#2 How to check  ip forwarding status in centos?

#3 How to get information about graphics card (GPU) on Linux

The first line has the name of the vendor, the model name/series and the pci id. The first part (8086) indicates the vendor id (which is Intel here) and the second number (0046) indicates the pci id, which indicates the model of the graphics unit.

The lshw command can also be used to get the above information

#4 How to display your IP ‘only’

Upgrade PHP 5.5.x to PHP 5.6 on Ubuntu 14.04

Kebutuhan ini muncul ketika bermaksud menggunakan PHPUnit 5.6 yang mensyaratkan PHP 5.6 padahal saat ini masih menggunakan PHP 5.5.9. Tetap diperhatikan jika Anda memiliki modul-modul tambahan lainnya bisa terjadi akan hilang begitu Anda upgrade biasanya karena link/file-file modul *.so nya tidak ada.

Pada saat proses di atas saya lakukan, eeh phalcon.so tidak berada lagi pada tempatnya sebagaimana ketika menggunakan PHP 5.5.9. So be carefull ya teman2.

 

Salam,

 

 

Ubuntu Unity ke Xubuntu

Ternyata diberi fasilitas yang sophisticated seperti Unity Desktop ada juga masa-masa bosan nya. Kebutuhan ruang memory juga menjadi alasan berfikir untuk menggunakan desktop yang lebih ringan. Setelah mencoba dan sedikit bernostalgia dengan beberapa desktop dan window manager seperti blackbox, fluxbox, openbox, enlightment, icewm, dll; akhirnya pilihan jatuh ke xfce 🙂
Tetapi kemanjaan-kemanjaan yang diberikan Unity dan Gnome masih agak sulit dilepaskan he3x, akhirnya terpikir langkah praktis untuk switch saja dari Ubuntu ke Xubuntu. Ow ternyata caranya sama sekali tidak sulit :

#sudo apt-get install xubuntu-desktop gksu leafpad synaptic

Done !

Sementara Unity nya tetap akan di keep dulu, karena itu tinggal logout -> pilih Xubuntu -> login, kemudian Zappp !! Terasa betul ringannya, dual screen juga langsung terdeteksi, berkenalan dengan gmusicbrowser,

thunar file manager yang minimalis tapi powerfull,

Xfce4 Screenshooter

Bekerja dengan Netbeans juga tidak ada kendala

Walaupun sekarang sudah menggunakan Xubuntu dengan XFCE nya, tapi Unitiy masih tetap tersedia

Jika akan menghilangkan jejak Unity, maka dapat menggunakan perintah berikut ini :

sudo apt-get remove nautilus gnome-power-manager gnome-screensaver gnome-termina* gnome-pane* gnome-applet* gnome-bluetooth gnome-desktop* gnome-sessio* gnome-user* gnome-shell-common compiz compiz* unity unity* hud zeitgeist zeitgeist* python-zeitgeist libzeitgeist* activity-log-manager-common gnome-control-center gnome-screenshot overlay-scrollba* && sudo apt-get install xubuntu-community-wallpapers && sudo apt-get autoremove

Salam,

Pemecahan kasus LC_ALL = (unset) di Ubuntu

Bila menemui pesan kesalahan seperti ini atau yang mirip:

Silahkan dicoba pemecahannya dengan cara berikut:

Semoga berhasil !

Mouse di Ubuntu 14.04 tidak terkendali ?

Saya beberapa kali mengalami kejadian berupa kursor mouse yang tiba-tiba berpindah ke sisi lain dari screen tanpa kita gerakkan, bahkan melakukan klik di tempat yang tidak diduga. Hal ini sangat mengganggu. Ternyata hal ini kemungkinan  disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada TrackPad atau Touchpad laptop. Bisa jadi karena kotor atau penyebab lainnya. Cara yang paling praktis adalah dengan mematikan fungsi track/touch pad tersebut lalu menggunakan mouse untuk sementara waktu atau permanen. Jika Keyboard Anda tidak memiliki fungsi (fn) untuk mematikan/menghidupkan touch pad, maka cara dibawah ini masih bisa Anda lakukan melalui terminal.

Untuk mematikan track/touch pad tersebut Anda perlu terlebih dahulu mencari ‘id’ dari device tersebut, caranya :

xinput list

Contoh hasilnya adalah sebagai berikut :

xlist_input

Disitu terlihat bahwa TouchPad pada laptop saya ( SynPS/2 Synaptics TouchPad )  memiliki ‘id’ = 21. Untuk menonaktifkan touchpad tersebut lakukanlah perintah seperti berikut ini :

xinput –disable 21

Untuk mengaktifkan kembali caranya :

xinput –enable 21

Demikianlah, semoga bermanfaat 🙂 Salam opensource !

 

Mencopot MySQL sepenuhnya

Uninstall MySQL dengan apt-get remove terkadang tidak lah cukup, karena tidak menghapus jejak-jejak sepenuhnya.

Berikut perintah-perintah yang lebih ‘gahar’, tapi mohon hati-hati ya, jangan sampai data Anda hilang kalau belum di backup :

 

Memperbaiki masalah “locale”

Masalah yang selalu munculnya teks seperti di bawah ini:

Berikut salah satu cara untuk menanggulanginya, kalau tidak berhasil silahkan cari cari lainnya ya 🙂

  1. Jalankan perintah locale untuk melihat locales apa yang sedang terpasang
  2. Kemudian kita bangun locale yang belum terpasang dan direconfigure

Semoga berhasil ! 🙂

1 2 3 9